Frog attack? Oh No!!!

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Masih ingatkah anda dengan pelajaran Biologi? Tentulah anda sempat mendalami mata pelajaran ini sejak SD sampai SMA. Bahkan jika kuliah mengambil jurusan ilmu alam atau kesehatan, Biologi menjadi ilmu yang wajib. Bagi yang ingatannya kuat, pasti pernah membaca tentang daur hidup binatang, yang lebih terkenal dengan istilah Metamorfosis. Banyak sekali penjelasan tentang sub Bab Metamorfosis ini, tapi berhubung hapalan biologi ane “diluar kepala”, jadinya ane hanya ingat 2 saja yaitu metamorfosis Kupu-kupu dan Katak.

Sungguh mengesankan pada saat mempelajari daur hidup binatang. Kupu-kupu misalnya. Allah telah menunjukkan kebesarannya melalui metamorosis kupu-kupu. Mulai dari fase menjadi ulat kecil yang hanya bisa berjalan dengan lambat, kemudian menjadi kepompong, dan akhirnya menjadi kupu-kupu beraneka warna. Atau binatang lainnya seperti Katak. Metamorfosis katak tak kalah hebatnya. Mulai dari telur, kemudian menjadi berudu, lalu berkembang menjadi katak kecil sampai akhirnya sempurna menjadi katak dewasa. Subhanallah, siapa yang bisa mengatur kehidupan makhluk hidup sampai se-detail itu, kecuali Allah?

Luar biasa sekali penjelasan tentang metamorfosis di buku biologi ane waktu SMA dulu. Mulai dari gambar daur hidupnya, lingkungan dan habitatnya, sampai organ tubuh dari binatang tersebut dijabarkan dengan detail. Hanya saja, masih ada yang belum terjabarkan dengan jelas. Yaitu bagaimana cara menghadapi mahluk yang bermetamorfosis ini ketika populasinya meningkat pesat. Dan inilah yang sedang ane dan teman-teman se-kost hadapi.

Entah kapan tepatnya bencana ini bermula. Tapi pastinya, kost-an ane belakangan ini kedatangan banyak tamu tak diundang. Yups, that’s a frog. Binatang yang tidak punya kerjaan selain loncat-loncat ini, secara tiba-tiba menjadi sangat banyak jumlahnya dan menyerang kost-an kami.

Awalnya kami maklum saja ketika melihat satu dua katak kecil berkeliaran di sekitar kost-an. Tapi lama-kelaman, secara istimror, jumlah mereka bertambah dari hari ke hari. Dan puncaknya, mereka berhasil masuk ke kost-an kami. Mereka datang lewat pintu, jendela, dan saluran air. Mereka masuk ke kamar mandi, ke ruang tengah, ke bawah meja makan, ke bawah motor, dan OH TIDAK…mereka masuk ke dalam kamar.

Kost-an ane pun mulai gaduh. Setiap hari ada saja yang tiba-tiba menjerit keget karena ada yang melompat-lompat di kamar mereka. Bunyi-bunyian pun tak dapat dihindari. Mulai dari suara kalem seperti “hush-hush”, “ker-ker”, “push-push” sampai bunyi pukulan membabi buta disertai jeritan seperti “dug-dug-dug…PERGI KALIAN”, “bak-buk-bak-buk…MATI KAU” dan “pranggg…RASAKAN” menjadi soundtrack adegan mengusir katak. Semua device pun dikerahkan. Mulai dari sapu, sapu lidi, kantong plastik, tisu, sampai minyak wangi, lulur, dan pelembab wajah dengan SPF 15 untuk menangkal sinar UV (karena tumpah saat mengusir katak).

Bayangkan saja jika anda harus trashing kamar dulu sebelum tidur untuk memastikan tidak ada katak dikamar anda. Yups, Benar sekali. Ini sangat menjengkelkan, menghabiskan waktu dan tenaga. Tapi jika ini tidak dilakukan, siap-siap saja terbangun di tengah malam dengan binatang itu bertengger manis di atas laptop & sajadah anda, atau meloncat-loncat diatas badan anda seperti anak kecil main lompat karet. Uhhh…. membayangkannya saja sudah sangat mengerikan. Dan kejadian ini, walaupun pahit dan sulit dipercaya, sudah ane alami sendiri.

Ane tidak habis pikir. Semua antisipasi sudah di lakukan. Seperti menutup pintu kamar setiap waktu, mengusir katak yang ada, dan tidak membiarkan katak masuk dengan menutup pintu depan, pintu kamar mandi, dan jendela. Padahal kost-an kami selalu bersih karena ada Ibu Ani yang membersihkannya setiap hari. Beliau bahkan berhasil mengenyahkan lebih dari 5 katak per-hari. Sampai ane kepikiran untuk membuat jebakan katak atau bahkan membuat mandul katak jantan (seperti cara mengurangi populasi kecoa yang sangat sukses di Eropa). Tapi karena tidak sempat dan tidak tahu caranya, sampai saat ini jebakan itu belum dibuat.

Kira-kira metode atau cara apa ya, yang efektif untuk mengusir katak dan membuat mereka tidak datang lagi? Karena hal ini benar-benar menyebalkan dan membuat cape’. Kalau anda memiliki solusi yang tepat, tolong beritahu kami ya. Jazakumullah.

9 Responses to “Frog attack? Oh No!!!”

  1. cypher_q Says:

    waah,, kasihan ternyata ada tindak kekerasan di kosan bjs 183.
    Korban-korban tak berdosa dipukul dg sapu “bak-buk-bak-buk…MATI KAU”

    dibanting dg piring “pranggg…RASAKAN”

    terkena zat-zat beracun “minyak wangi, lulur, dan pelembab wajah dengan SPF 15 untuk menangkal sinar UV”

    ckckck, ga tega.. ternyata kejam-kejam penghuninya

  2. wielda s. nova Says:

    ^
    “bak-buk-bak-buk…MATI KAU”
    dibanting dg piring “pranggg…RASAKAN”

    Gak segitunya kalleeee….
    Perasaan kagak ada tuh piring terbang. Sapu di kosan juga masih baik2 saja, gak ada yang patah.
    Wah, ternyata anta berbakat jadi ‘Lebay Team’ juga

    Apalai yang ini:
    “minyak wangi, lulur, dan pelembab wajah dengan SPF 15 untuk menangkal sinar UV”

    Kok lebih tau anta?
    curiga ana.

  3. dhedhi Says:

    wkwkwkwk.. yang penting itu.. juangan juoroxxxx hehehee….

    kodok.. hiiii, mengerikan,,, mungkin kodoknya mendengar suara saudaranya di kosan (hayyyoo, yang tidurnya ngorok siapa, kasian kan kodoknya jadi ketipu :-) )

  4. cypher_q Says:

    @ wielda
    Nah itu ditulis di paragraf 6, ana hanya membayangkan aja yang terjadi pada diri si katak, cukup menyedihkan

  5. novi_ndutz Says:

    itulah sebabnya aquw selalu menutup pintu kamar quw.. dan juga memasang pagar betis di depan kamar,, hahaha.. ^_^

  6. Vie Achmad Says:

    @ dhedhi

    Maap aja ya akh, kost-an ane ga jorok.
    Setiap hari dibersihin.

    Secara, di kost an ane ga ada yang tidurnya ngorok. Tidak satupun!!!
    emang si kataknya aja yang ga’ pake permisi dulu, langsung masuk aja.

    Eh, ente mau beli katak buat dipelihara barangkali? langsung hubungi ane aja.

  7. si uun Says:

    tau gak si kataknya mulai menjadi-jadi, kemaren waktu pulang dari jalan ama nophe, eh dia muncul di dkt pintu. Grrrrrrrrrrr bikin sebel.
    Yang punya tips buat menghabisi katak hubungi eka.

  8. namakuananda Says:

    Daur hidup katak mengajarkan kita akan perubahan menuju kesempurnaan. Demikian juga kita belajar dari SD mungkin hingga sarjana mestinya bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.
    Btw, saya juga ga mau deket-deket sama katak betulan…Hiiyyy

  9. me Says:

    saya baca tulisan ini karena hal yg sma terjadi diperumahan kami… Kami juga kewalahan.. Apalagi dengan katak terbang berkulit licin dan beracun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.